Selasa, 06 Oktober 2020

4 Lagu BTS yang wajib dan cocok didengar setelah Ombibus Law disahkan (Liriknya sangat relate dengan keadaan sekarang)

Berbicara tentang BTS tentunya sebagian kita pasti pernah mendengar tentang Boygroup asal Korea Selatan yang bernaung di bawah label Bighit Entertainment ini.

BTS semakin dikenal publik dengan berbagai prestasi seperti memenangkan beberapa Awards seperti BBMA 2017-2018, MTV 2020, dan yang paling luar biasa adalah mereka berhasil masuk Bilboard Hot 100 Chart di posisi pertama dalam 2 minggu berturut-turut. Selain itu, MV mereka yang memiliki banyak viewers seperti Dynamite yang mencetak rekor Youtube sebagai MV dengan jumlah penayangan tertinggi dalam 24 jam pertama atau DNA yang sudah berhasi mencapai 1B + vierwers dalam kurun waktu 3 tahun.

Bukan seperti kebanyakan idol, BTS menjadi sorotan dan memiliki banyak penggemar karena musik mereka yang bukan sekedar menghibur tetapi juga merangkul dan memberi motivasi kepada para pendengar. Oleh karena itu, BTS pernah melakukan kampanye bersama Unicef bahkan di Tahun 2018 mereka diundang ke PBB dan di sana RM—Leader of BTS— melakukann speech yang membuat jutaan mata makin terpesona dan akhirnya jatuh cinta pada BTS. 

Banyak sekali orang-orang yang mengaku termotivasi bahkan seperti mendapatkan semangat hidup kembali setelah mendengar musik BTS. Lirik yang sesuai dengan pengalaman mereka membuat semua yang mendengar musik mereka dengan mudah mengerti memahami maksud dari lagu mereka.

Seperi halnya sekarang ini, di mana kita semua sebagai Warga negara Indonesia merasa terkhinati oleh DPR dan Pemerintah. RUU Cilaka (Cipta Lapangan Kerja) atau Omnibus Law yang sempat mengalami penolakan karena beberapa pasal yang merugikan malah disahkan. DPR dan Pemerintah seolah-olah menganggap remeh bahkan tidak mengindahkan suara rakyat.

Selama 2 hari ini, tagar #DPRKHINATIRAKYAT, #TolakOmnibusLaw ,dll menjadi trending topik di media sosial seperti Twitter. Bahkan tagar ini menjadi trending Worldwide.

Lalu beberapa Kpoper yang juga adalah ARMY—Nama fandom BTS— langsung mencuitkan lagu-lagu BTS yang mereka rasa liriknya sesuai dengan keadaan yang sekarang sedang dialami bangsa kita.

Berikut adalah 4 lagu yang dimaksud :

1. Strange

Lagu ini merupakan bagian dari Mixtape salah satu member BTS yang bernama Min Yoongi atau yang lebih dikenal dengan nama Suga yang berduet dengan salah satu member BTS sendiri yakni RM. Lagu ini direlease pada 22 Mei 2020.

Berikut adalah potongan lirik Strage :


Dunia adalah sebuah sistem raksasa

Konflik, peperangan, dan pertahanan hidup termasuk di dalamnya

Kehidupan yang tidak bisa kita tolak

Dengan mimpi sebagai jaminannya, kapitalisme terus menyuntikkan morfin yang disebut 'harapan'

Harta melahirkan kekayaan dan menguji keserakahan

yang kaya semakin rakus, yang miskin semakin sengsara

Di dunia hanya ada dua hal, hitam dan putih

Dalam game zero-sum yang tak ada habisnya, hasil akhirnya patut dilihat, pasti menarik

Polarisasi adalah bunga paling mengerikan di dunia

Sudah lama kebenaran tertutup oleh kebohongan

Siapa yang paling diuntungkan?

Siapa yang paling menderita?



Dari potongan ini saja, sudah cukup menggambarkan isi hati kita perihal keadaan yang sedang kita alami sekarang. Seperti kutipan liriknya, "yang kaya semakin rakus , yang miskin semakin sengasara." Dengan disahkan Omnibus Law ini, kehidupan mereka khususnya Buruh makin sengsara dan menderita. Sedangkan, mereka para penguasa makin berjaya.

2. Not Today

Lagu ini merupakan salah satu single dari Album BTS , You Never Walk Alone yang dirilis pada tanggal 20 Februari 2017.

Berikut adalah potongan lirik Not Today :

Seluruh underdogs di muka bumi 

Suatu hari bisa saja datang di mana kami kalah

Tetapi bukan hari ini

Hari ini kami bertarung!

Bukan, bukan hari ini

Pada akhirnya, bunga-bunga akan gugur

Tetapi bukan, bukan hari ini

Hari itu bukan hari ini

Bukan bukan bukan hari ini

Hari ini masih terlalu baik untuk mati

Bukan bukan bukan hari ini bukan bukan bukan bukan hari ini

Itu benar, kami ini EXTRA

Namun masih bagian dari jagad raya ini

EXTRA + ORDINARY 

Itu juga bukan perihal besar sih

Hanya saja jangan mati dulu hari ini

Cahaya akan melobangi kegelapan

Kau pun juga menginginkan dunia yang baru

Oh baby Iya aku mau itu


Sebenarnya, lirik lagu Not Today ingin menekankan agar kita khususnya kaum Milenial tidak menutup mata dengan keadaan yang sedang Bangsa kita alami sekarang. Sebaliknya, kita harus berjuang agar Kehidupan berbangsa yang aman dan sejahtera bisa diraih oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

3. Silver Spoon

Lagu ini dimuat dalam Album mini keempat yakni The Most Beautiful Moment in Life pt. 2 yang dirilis pada tahun 2015.

Berikut adalah potongan lirik Silver Spoon :

Mereka memanggilku baebsae

Kami dikutuk, generasi ini

Cepatlah, buru mereka

Terimakasih kepada burung bangau, kaki kami melebar

Jadi panggil aku baebsae

Kami dikutuk, generasi ini

Cepatlah, buru mereka

Guruku yang lahir dengan sendok dan sumpit emas

Di pekerjaan paruh waktu, ini adalah bayaran atas apa yang kau sukai

Di sekolah, adalah para guru

Kesengitannya para atasan

Angka dari generasi yang ada di media setiap hari

Ubah peraturan, ubah, ubah

Para bangau ingin, ingin, mempertahankannya

Tak akan mempan dengan cara itu BANG BANG

Ini tidak normal

Ini tidak normal

Ah, hentikan usahamu menyanyikan lagu itu

Ah, kedua kaki dan tanganku menciut

Ah, usaha usaha, ah, usaha usaha

Ah, kesempatannya tipis

Seperti yang diharapkan dari seekor bangau


Dari liriknya saja tentu sangat relate dengan keadaan sekarang di mana pekerja akan menjadi budak korporat sebagai akibat dari sahnya Omnibus Law ini. Ada juga kalimat "Ubah peraturan, para Bangau ini ingin mempertahankannya". Bangau yang dimaksud bisa kita gantikan dengan mereka yang berkedok wakil rakyat namun sebenarnya adalah penyengsara rakyat itu sendiri beserta Pemerintah.


4.Am I Wrong

Lagu ini merupakan salah satu single dalam Album BTS, Wings. Am I Wrong merupakan pandangan BTS tentang betapa gilanya dunia ini.

Berikut adalah potongan lirik Am I Wrong :

Dunia mulai gila

Bagaimana denganmu

Ku pikir ini tak masalah?

Aku tak berpikir begitu

Aku punya telinga tapi tak bisa mendengar

Aku punya mata tapi tak bisa melihat

Ikan hidup didalam hati setiap orang

Namanya adalah selfish selfis [Egois]

Kita semua anjing dan babi, kita marah dan berubah jadi hewan

Strok vs korean crow tit , adalah perang errday

Ini dunia yang gila

Membuat kita gila

Yah kita semua gila

Sekarang teriaklah MAYDAY MAYDAY

Ku pikir seluruh dunia itu gila, rasanya seperti akan berakhir

Oh kenapa (oh kenapa)

Oh kenapa (oh kenapa)

Oh kenapa kenapa kenapa kenapa

(OH MY GOD)


(Apa aku salah)

Apa aku mengatakan hal yang salah

Apakah aku berbohong

Jadi gila (gila gila)

Gila (gila gila)

Apa aku salah

Apa aku salah

Kemana kita akan pergi

Seluruh dunia mulai kacau


Apa kau siap untuk ini

Apa kau siap untuk ini

Apa kau siap untuk ini

(TIDAK, AKU TIDAK SIAP)


Yah, kawan kau gila

Di dunia yang gila ini, tidak menjadi gila itu gila

Seluruh dunia dan sekitarmu NERAKA yeah

Online dan offline HELL YEAH


Jika kau tak merasakan apapun saat kau menonton berita

Jika kau tidak merasakan apapun tentang komentar itu

Jika kau tidak merasakan apapun tentang kebencian

Kau tidak normal, kau abnormal


Aku berpikir seluruh dunia kacau, sepertinya akan berakhir

Oh kenapa (oh kenapa)

Oh kenapa (oh kenapa)

Oh kenapa kenapa kenapa kenapa

(OH MY GOD)


(Apa aku salah)

Apa aku mengatakan hal yang salah

Apakah aku berbohong

Jadi gila (gila gila)

Gila (gila gila)

Apa aku salah

Apa aku salah

Kemana kita akan pergi

Seluruh dunia mulai kacau


Aku mungkin hilang di dalam dunia yang kacau ini

Tapi aku masih ingin hidup lebih lama

Aku akan menemukan kepercayaanku


Seperti judulnya yang jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi "Apakah aku salah?" sebenarnya juga merupakan pandangan atau argumen kita mengenai segala keresahan yang sedang Bangsa ini alami. Yang mana setelah Omnibus Law ini disahkan, kepercayaan kita kepada Pemerintah dan DPR menjadi hilang sepenuhnya.

Demikian, lagu BTS yang wajib didengar setelah Omnibus Law disahkan.